Bagi generasi 1990 hingga 2000-an, mendengar nama The Rollies mungkin akan terdengar asing di telinga. Bahkan sebagian kecil tidak mengetahui siapa The Rollies ini. Padahal kenyataannya The Rollies merupakan salah satu band asal Indonesia yang berhasil go international pertama kalinya. Tidak sampai disitu saja, The Rollies bahkan dikenal sebagai band serba pertama yang ada di Indonesia.

Saat itu tahun 1967, Deddy Stanzah bertemu pertama kali dengan Iwan Krishnawan, Tengku Zulian, dan juga Delly Djoko Alipin. Ke empat pemuda ini sepakat untuk membentuk sebuah band. Nama The Rollies pun terpilih sebagai bentuk perwakilan yang menggambarkan rambut para personilnya, ikal dan lurus. Grup band ini pun akhirnya terbentuk pada bulan April 1967.

Awal karir The Rollies diwarnai dengan menyanyikan lagu-lagu milik band luar negeri, seperi The Beatles, The Rolling Stones, Bee Gees, The Hollies, dan juga lagu-lagu populer milik Tom Jones dan Engelbert Humperdink.

Pada masa awal karirnya, secara finansial peran serta orangtua dari Deddy menjadi satu-satunya investor terbesar bagi karir The Rollies. Saat itu orangtua Deddy membantu menyediakan peralatan band dengan sangat komplit untuk kebutuhan manggung sehari-hari.

Selama latihan dan ngamen dengan menyanyikan lagu milik orang lain, The Rollies kedatangan anggota baru yang mengisi posisi vokal utama. Dia adalah Bangun Sugito atau yang dikenal dengan nama Gito Rollies.

Bersama dengan Gito Rollies, The Rollies pun memutuskan untuk terbang ke Singapura. Di sana mereka mencoba peruntungan untuk merekam sebuah album self-titled pada tahun 1968. Album ini tergolong cukup sukses di Singapura. Hingga akhirnya mereka kembali ke Indonesia.

Kembalinya The Rollies ke Indonesia membuat Deddy memutuskan untuk sedikit mengubah aliran musik yang selama ini The Rollies gunakan. Hal pertama yang dilakukan adalah merekrut Benny Likumahuwa ke dalam The Rollies.

Benny yang notabene bermain dengan genre jazz, crescendo ini pun membawa angin segar bagi warna musik The Rollies. The Rollies pun menjadikan Blood, Sweet & Tears sebuah band asal New York sebagai tolak ukurnya dalam bermusik. Sebuah pencapaian bagi Benny sebagai anggota baru untuk menghidupkan warna musik The Rollies pun membuahkan hasil. The Rollies pun mengusung genre brass rock.

Sebuah gebrakan dari musisi Indonesia ini pun rupanya terdengar hingga ke Negara tetangga. The Rollies mulai meramaikan dan tampil di club-club malam di Singapura. Tidak berhenti sampai disitu saja, sebuah perusahaan asal Singapura, yakni Philip Singapura tertarik untuk bekerjasama dengan The Rollies.

Kesepakatan kerjasama pun terjadi, The Rollies dikontrak untuk menggarap dua buah album bersama dengan Philip Singapura. Album pertama berisikan lagu-lagu instrumental musik keroncong, sementara album lainnya berisikan lagu-lagu hits luar negeri yang mereka garap ulang dengan berbeda.

Tahun 1970-an menjadi tahun keemasan bagi karir The Rollies. Kepopuleran dan ketenaran pun berhasil di raih oleh The Rollies. Bukan hanya di Indonesia, kiprah kepopuleran The Rollies sudah terbang hingga negeri tetangga seperti Singapura, Malaysia hingga Jepang.

Sayangnya ketenaran tersebut harus diwarnai dengan penggunaan obat-obat terlarang. Deddy, Iwan dan Gito terseret dengan penyalahgunaan narkotika yang membuat The Rollies pun goyah. Masa depan The Rollies pun terancam. Kualitas musik dan fokus dari personil pun terganggu.

Benny, yang notabene anggota paling muda yang bergabung bersama The Rollies pun harus bertindak demi kemajuan grup. Benny mengancam akan mengeluarkan anggota yang tidak bisa disiplin dan menuruti aturan. Iwan dan Gito pun memilih untuk berkomitmen dan meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut. Sementara Deddy sang pelopor The Rollies lebih memilih untuk meninggalkan grup yang ia bentuk. Posisinya pun digantikan oleh Oetje F. Tekol.

The Rollies merupakan grup musik yang pertama kali memadukan unsur musik tradisional ke dalam sebuah aransemen lagu. Mulai dari gamelan Bali hingga gamelan Sunda pun diterapkan ke dalam musik The Rollies. Mereka juga yang menjadi grup band asal Indonesia yang pertama kali melakukan rekaman di luar negeri, menggunakan seorang drummer untuk menjadi seorang vokalis. Musisi Indonesia serba pertama, The Rollies.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here