Mandi dengan air hangat saat puasa sesungguhnya tidak disarankan, karena mandi air hangat saat puasa dapat mempercepat hilangnya cairan dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kulit semakin kering.

Sebaiknya, mandi dua kali sehari dengan air biasa. Air hangat dapat mengurangi kandungan lemak dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kulit kering. Menurut dokter spesialis dermatovenereologi Bamed Healthcare, Ika Anggraini menyarankan sabun yang digunakan saat mandi adalah sabun yang mengandung pelembab dan tidak menggunakan sabun yang mengadung detergen karena berisiko kulit semakin kering.

Setelah mandi, perlu mengoleskan pelembab moisturizer pada kulit. Langkah itu akan lebih efektif untuk mengurangi risiko cairan hilang dari tubuh dibanding mengoleskan pelembab pada kulit yang sudah terlanjur kering. Karena apabila kulit kamu kering, akan berdampak buruk pada kesehatan lho! Bakteri atau bahan iritan lain akan mudah masuk melalui kulit yang kering.

Selain memperhatikan kulit tubuh agar tidak mudah kering, jumlah asupan cairan tubuh juga harus cukup selama berpuasa Ramadhan. Porsi delapan gelas air putih dapat dibagi saat berbuka puasa, selepas makan malam, sebelum tidur, dan sahur.

Selain air putih, kamu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan berkuah seperti sup, sayur, selada, dan buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka dan jeruk untuk menjaga cairan tubuh.

perhatikan pula minuman yang kamu konsumsi ya, lebih baik tidak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein misalnya saja kopi atau teh saat sahur. Pasalnya, kedua minuman berkafein itu bersifat diuretik sehingga meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here