Apakah di kantor, Anda sering merasa ada hal-hal ganjil yang harus di kompromi agar kita tetap bertahan dan tak tersingkir dari tempat bekerja?

Apalagi belakangan ini atmosfir berkompetisi semakin terasa di sudut-sudut perkantoran Jakarta akibat dari kekacaubalauan Pandemi. Pemecatan terjadi dimana-mana. Setiap manusia kembali lagi ke pola yang paling dasar dari berkehidupan, yakni berlomba-lomba mencari makan. Yang ada, orang-orang sekarang beralih wiraswastawan yang belum tentu mereka sendiri sudah siap dengan masing-masing bidang yang baru saja akan di gelutinya.

Sebagian besar dari orang-orang ini merupakan karyawan yang terbiasa mengabdi terhadap perusahaan, dan merujuk terhadap segala perintah serta titah dari si bos. Masih banyak juga yang kelimpungan ketika dihadapkan dengan situasi harus menjadi bos untuk diri sendiri.

Saat mereka menjadi bos untuk diri sendiri, sudah pasti gugup dan kelimpungan akan menjadi makanan sehari-hari yang bisa dihindarkan. Kira-kira di dua hingga tiga bulan pertama, Anda akan terus menerus belajar melawan ketidakbisaan tersebut, agar secepat mungkin dapat menjadi si “bos kecil”.

Belum lagi persiapan jika harus dihadapkan dengan kemungkinan kerugian. Mental harus dijaga agar tidak rapuh. Karena jika sedikit cidera, itu akan berpengaruh terhadap kekuatan ketahanan tubuh Anda. Seringkali jika seseorang dihadapkan dengan kenyataan merugi, otak, jiwa, dan pikiran akan menjadi tidak sinkron, hingga akhirnya mental serta jiwa terpuruk sejadi-jadinya.

Menurunkan ego dan hanya berpikiran bahwa tujuan Anda mencari uang adalah untuk memenuhi syarat sebagai makhluk hidup yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, untuk menghidupinya, niscaya akan membuat mereka bangga terhadap Anda. Hal tersebut adalah fundamental. Sehingga apabila seseorang telah berhasil sudah mencapai fase tersebut, tugas Anda sebagai manusia kurang lebih sudah terjalani setengahnya. Apalagi jika dilengkapi dengan mindset selalu merasa cukup, itu akan membuat kaluan menjadi sosok pribadi yang tak pernah kekurangan. Karena apapun yang terjadi dengan kalian, kalian selalu merasa cukup. Baik itu penghasilan, perhatian, maupun pemenuhan kebutuhan. Sehinga Anda sampai ke titik terbahagia sebagai manusia, yang selalu merasa berkecukupan.

 

 

sumber:Vantage

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here