Jika memang waktu bisa kuputar kembali,

Ingin rasanya aku kembali ke masa itu,

Dimana aku bisa mengukir masa-masa indah bersamamu

Tanpa ada seorangpun yang mampu untuk menghentikan… (If – Bread)

 

Kutengadah pandanganku pada langit malam itu, memandang indah pada kilau bintang yang sempurna,

Berharap kaupun kembali, seperti tiga purnama yang akan datang menghampiri…

Kita bertemu untuk merajut mimpi…

(I Can Wait Forever – Air Supply)

 

Entah sudah berapa ratus kali, lagu yang sama masih saja berdendang dalam kamar itu,

Tak ada yg salah dengan liriknya, namun entah mengapa ditiap baitnya selalu menorehkan kenangan yang teramat sulit untuk dilupakan…

Ya sungguh terlalu sulit dilupakan… (Truly – Lionel Richie)

 

Kita tak’kan mampu untuk saling mengucap selamat tinggal, tak peduli begitu banyak kerikil menghadang langkah kita,

Kita akan tetap terus bersama, selamanya tanpa terpisah ruang dan waktu… (Together Forever – Rico J Puno)

 

Rintik hujan tak kunjung mereda, terus saja mengguyur basah jendela kamar, hujan…

Dalam rintikmu kutitipkan rindu ini untuknya…

(I Wanna See You Now – Leon Haines)

 

Ingin rasanya kusudahi kisah ini, yang tak sanggup kudekap dalam jerit hati,

Tapi nyatanya aku masih tetep disini,

Terjebak dalam cinta tak bertepi… (You – Basil Valdes)

 

Sosok itu masih terus saja berdiri disana, tak bergeming, tak banyak kata dan tak jua bersuara,

Tapi dia selalu meninggalkan banyak cerita, penuh kisah, begitu dalam dan sarat makna…

Dia sosok indah yang tak sanggup untuk dilupakan…

(You’re My Everything – Santa Esmeralda)

 

If © 1971 Elektra Records,  I Can Wait Forever © 1984 Arista, Truly © Motown, Together Forever © 1982 Canary Records, I Wanna See You Now © 1980 Killroy Records, You © 1981 Blackgold Records,Youre My Everything © 1982 Casablanca Records

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here