Toyota DX yang digunakan dalam film Dilan 1990

Tua pasti, tapi terlupakan jelas tidak, inilah yang menggabarkan sosok mobil legendaris Toyota Corolla DX. Alih-alih dilupakan orang, justru pamor sedan generasi keempat Corolla series ini masih banyak lalu-lalang. Saking cintanya, pecinta retro pun menggadang sedan keluaran awal 80-an ini dalam wujud komunitas. Belum lagi, bagi kalangan penggemar balap, label Corolla DX untuk ajang drifting sudah tak asing lagi.

Baca juga: Ingat “Mas Boy” Onky Alexander, Selalu Terbayang Sosok Sedan BMW 318i E30

Ibarat sedan Mustang di Negeri Uwak Sam, Corolla DX pada zamannya terbilang kendaraan yang ngetop dan jadi idaman kalangan muda mudi untuk bisa memilikinya. Bukti Corolla DX sebagai sedan laris bukan isapan jempol, di tahun pertama diluncurkan, yakni pada 1979-1980, sebanyak 2.346 unit terjual di seluruh dunia.

Corolla DX atau generasi keempat (KE70) ini masuk ke pasar Indonesia pada kisaran 1980. Ada beberapa varian yang dihadirkan, mulai dari sedan 2 pintu, 4 pintu, dan station wagon. Untuk varian mesinnya, tersedia dari 1.300 cc, 1.500 cc, 1.600 cc, 1.800 cc, hingga 2.000 cc. Namun Corolla DX yang diluncurkan di Indonesia hanya mengusung mesin 1.290 cc (1.3L), yang berkode 4K-U dan menggunakan pushroad OHV dan merupakan model terakhir yang masih menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD).

Merujuk ke sejarahnya, Corolla DX mulai dirancang pada 1974, sang desainernya adalah Chief Engineer Fumio Agetsuma. Dalam benak Fumio, Corolla DX mencerminkan sebagai sedan yang ekonomis dengan kabin yang nyaman dan lapang.

Corolla DX hadir dalam beberapa model, yang dibedakan dari tahun produksi. Produksi awalnya dimulai pada 1980, dan berakhir pada 1983. Model pertama Corolla DX memakai lampu bundar pada 1981, dan kemudian dilanjutkan perubahan pada lampu depan dan belakang pada 1982. Dipertengahan 1983, Corolla DX mengalami perubahan sangat signifikan pada bumper. Model terakhir diperkenalkan di Indonesia dengan nama Corolla DX Plus.

sumber: carmudi.co.id

Baca juga: Timor Putra Nasional, Mengenang Mimpi Mobnas Gaya Orde Baru

Kondang di tangan pembalap tentu ada alasannya, menurut beberapa sumber ini lantaran untuk menggunakan Corolla DX tak perlu membutuhkan banyak perombakan untuk diturunkan di ajang drifting. Bagi yang merasa kurang puas dengan performa DX di ajang drifting, biasanya melakukan engine swap. Sebagai informasi, drifting adalah seni ketrampilan teknik mengemudi dengan kecepatan tinggi yang dibarengi dengan kontrol mobil.

Setelah produksi Corolla DX berakhir pada 1983, generasi selanjutnya adalah yang kita kenal sebagai Corolla GL, yang mewakili generasi kelima sedan legendaris asal Negeri Sakura.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here