Sosok pocong di kebun durian tengah viral di media sosial. Pemilik kebun durian ini curhat buahnya sering dicuri sebelum ada pocong itu.

Tentu saja pocong itu bukan setan betulan, melainkan akal-akalan pemilik kebun buat menakut-nakuti pencuri.

Pada akhir Mei lalu, Roesman Budiman membeli beberapa meter kain putih untuk dibentuk layaknya pocong. Lalu ia menaruhnya di antara semak-semak dan gubuk kosong di areal perkebunan.Supaya efek horor makin kuat, sebelum pulang berkebun pria berusia 61 tahun itu juga membakar kemenyan.

Hasilnya memang suasana kebunnya cukup horor. Namun kocaknya yang ketakutan bukan saja pencuri, tapi juga Roesman. “Terkadang saya juga jadi ketakutan sendiri ketika mengambil durian sendirian berkat aroma kemenyan tadi,” ia mengaku.

Roesman bercerita, setiap musim durian ia harus putar akal mencari cara mencegah pencuri buah. Setiap tahun harus ganti cara supaya siasatnya tak terbaca para maling.

Roesman akhirnya meminta bantuan pocong setelah sebelumnya mencoba memasang patung harimau. Bukannya takut, pencuri malah menggondol dua patung harimau itu.

“Saya menghabiskan RM 350 (setara sekitar Rp 1,1 juta) untuk masing-masing patung harimau, tetapi durian saya tetap dicuri,” keluhnya.

Pocong rupanya sukses. Lantaran durian yang dicuri dari kebunnya berkurang drastis. Pendapatannya kini lumayan bertambah, hanya dengan bermodal RM 8 atau setara sekitar Rp 26 ribu.

“Jika pencuri hanya ingin makan durian, saya sebenarnya tidak keberatan. Tapi saya yakin durian saya dicuri untuk dijual, karenanya saya kehilangan begitu banyak,” ujarnya.

 

sumber : Line Today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here