Tahun 1979 kawasan Panglima Polim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi daya tarik kuliner, khususnya kuliner Sate dan Soto. Bagi sebagian warga Jakarta Selatan mungkin sudah tidak asing dengan nama Apjay, terlebih bagi kalian yang lahir di era 80-an. Terletak di Jalan Panglima Polim IX, tepatnya di seberang Apotek Jaya, merupakan tempat kuliner Sate dan Soto Madura Apjay. Nama Apjay sendiri diambil dari lokasi itu sendiri yang terletak tepat di sebrang Apotek Jaya (saat ini telah berubah nama menjadi Apotek Century)

Saat ini, usaha Sate dan Soto Apjay sudah dipegang oleh generasi ketiga. Mulai berjualan dari matahari terbenam sekitar pukul 17:00 hingga pukul 02:00 dini hari. Terlintas tempat Sate dan Soto Apjay ini sama saja dengan warung-warung makan yang ada di pinggir jalan. Namun faktanya, dalam satu hari Sate dan Soto Apjay bisa menjual hingga 300 mangkuk soto dan 5.000 tusuk sate hanya untuk satu malam.

Memiliki beragam menu yang melimpah mulai dari sate kambing, sate ayam hingga sate telur tersaji di warung makan Apjay. Sementara untuk menu sotonya terdiri dari soto ayam, soto ranjau, soto ceker dan sop kambing. Menu-menu tersebut siap memanjakan lidah anda yang berkunjung ke warung makan Apjay. Salah satu menu favorite yang banyak dipesan oleh para pengunjung biasanya adalah soto ranjau.

Soto ranjau adalah soto Madura yang memadukan tulang muda serta ceker dalam satu mangkuk dengan melimpah. Tak hanya tulang muda dan ceker saja, soto ranjau juga dilengkapi dengan sohun, tauge, kol, irisan ayam serta potongan tomat, membuat soto ranjau semakin nikmat untuk disantap. Memiliki cita rasa yang gurih dan lebih kental dari soto kebanyakan, soto ranjau menjadi menu andalan di warung Apjay.

Untuk sate Apjay sendiri memiliki perbedaan dari sate ayam kebanyakan. Sate ayam Apjay hanya menggunakan bagian dada ayam dari tiap satu ekor ayam. Sehingga bisa dipastikan jika menyantap sate ayam apjay tidak akan ada lemak maupun kulit ayam untuk pemesanan sate daging ayam apjay. Untuk menambah cita rasa yang khas, sate ayam Apjay membutuhkan dua kali proses pembakaran dan pembumbuan. Tahap pertama sate apjay diberi bumbu dan dibakar hanya setengah matang, lalu ketika ada pembeli barulah dibakar hingga matang, dengan terlebih dahulu dibumbui kembali.

Untuk menu sate telur Apjay, pemilik mengkombinasikan antar telur dan kulit ayam. Biasanya banyak penjual sate telur yang memakai telur burung puyuh, namun warung Apjay hanya memakai telur yang masih tertinggal di dalam perut ayam sehingga ketika disajikan hanya bagian kuning telurnya saja.

Maraknya pedagang-pedagan nakal yang mengatas namakan Apjay ini pun kerap kali menjadi salah satu kerugian bagi pemilik asli warung Apjay. Kabarnya, pemilik sempat mendapatkan complain dari pelanggan karena rasa dan tekstur dari sate apjay mengalami perubahan. Setelah ditanya lebih lanjut, pelanggan tersebut bukan membeli dari warung apjay yang asli, melainkan membeli dari warung apjay lain yang mengatas namakan warung apjay, bahkan beberapa pedagang nakal tersebut tersebar disekitar warung Apjay yang berada di Panglima Polim. Tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi warung apjay. Bagi pelanggan yang sudah lama, tidak akan pernah membeli di warung yang salah.

Warung makan soto dan sate Apjay kini sudah tersebar dibeberapa cabang, antara lain di Jalan Antasari, BlokM dan Komplek Kostrad Kebayoran Lama. Dengan harga yang terjangkau, warung sate dan soto Apjay menjadi salah satu tempat favorite bagi kalangan muda. Untuk warung soto dan sate apjay yang berada di Panglima Polim, datanglah ke warung soto dan sate apjay yang berada di Jalan Panglima Polim IX dengan penghujung jalan yang mempertemukan Jalan Panglima Polim IV persis disebrang Apotek Century, dan terdapat spanduk banner di depan gerobaknya yang bertuliskan “Sate Apjay Pak H.Asmat”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here