Warung Mbok Yem, warung tertinggi di Indonesia (doc: dolanan blogger)
Warung Mbok Yem, warung tertinggi di Indonesia (doc: dolanan blogger)

Wakiyem seorang wanita yang namanya sudah sangat terkenal di kalangan para pendaki gunung. Ia merupakan pemilik warung tertinggi di Indonesia yang dikenal dengan nama Warung Mbok Yem.

Membuka bisnis usaha warung makan tentu banyak hal yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah letaknya yang strategis. Namun berbeda dengan Wakiyem, seorang wanita yang lebih memilih membuka warung makan di puncak Gunung Lawu.

Warung Mbok Yem, begitulah nama yang melekat pada sebuah gubuk kecil di puncak Gunung Lawu. Tempat ini merupakan warung tertinggi di Indonesia yang dimiliki oleh Wakiyem. Dahulu ketika ia masih muda, Wakiyem atau Mbok Yem kerap kali mendaki Gunung Lawu untuk mencari akar-akaran. Akar-akaran tersebut pun ia gunakan sebagai bahan dasar pembuatan jamu.

Wakiyem, pemilik dari warung tertinggi di Indonesia (doc: catatanhariankeong)
Wakiyem, pemilik dari warung tertinggi di Indonesia (doc: catatanhariankeong)

Sejak saat itulah Mbok Yem kerap berjumpa dan berinteraksi dengan para pendaki. Mbok Yem pun akhirnya memutuskan untuk membuka warung makan ketika melihat kondisi puncak Gunung Lawu yang tidak memiliki warung makan.

Pada tahun 1980-an itu lah warung makan milik Mbok Yem ini mulai dikenal dan menjadi langganan beberapa pendaki Gunung Lawu. Menurut berbagai sumber, Warung Mbok Yem terletak di ketinggian 3.150 Mdpl, sedangkan tinggi dari Gunung Lawu sendiri adalah 3.265 Mdpl. Hal ini pun yang membuat Warung Mbok Yem menjadi warung makan tertinggi di Indonesia.

Untuk mencapai warung legendaris milik Mbok Yem ini, para pendaki bisa melewati empat jalur yang berbeda. Mulai dari jalur pendakian Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho dan juga jalur Ngawi, Jawa Timur.

Nasi pecel Warung Mbok Yem (doc: @riantoadiyatma)
Nasi pecel Warung Mbok Yem (doc: @riantoadiyatma)

Di warung makan ini, Mbok Yem menyediakan menu andalannya yakni nasi pecel. Untuk harga per porsinya, Mbok Yem hanya mematok Rp10,000 saja. Bukan hanya menjual nasi pecel saja, Mbok Yem juga menyediakan beraneka ragam gorengan, kopi dan juga mi instan untuk para pendaki. Dalam satu hari sedikitnya Mbok Yem dapat menjual 100 hingga 200 porsi nasi pecel.

Tidak hanya menyediakan warung makan tertinggi saja, kabarnya Mbok Yem juga tinggal dan menetap di warung kecilnya itu. Bahkan Mbok Yem pun hampir tidak pernah turun dan meninggalkan warungnya tersebut. Mbok Yem hanya sesekali turun gunung ketika hari raya Idul Fitri datang.

Selama berada di atas gunung dan menetap di sana, Mbok Yem dibantu oleh para kerabatnya untuk menyajikan menu hidangan. Untuk keperluan logistik bahan-bahan dasar pangan, Mbok Yem juga dibantu oleh kerabatnya yang membawakan bahan tersebut dari bawah. Tertarik untuk mencoba makan di warung tertinggi Indonesia?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here