Tumpukan sampah di pekarangan rumah kerap kali menjadi suatu hal yang mengganggu. Ketika sampah sudah mulai menggunung, tak jarang sebagian orang akan memusnahkannya dengan cara pembakaran. Budaya membakar sampah ini sudah melekat sejak dahulu kala, terutama di kota-kota besar. Dibalik budaya bakar sampah yang melekat di kehidupan masyarakat ini, ternyata ada dampak berbahaya bagi kesehatan tubuh loh.

Baca juga: Kebiasaan Korek Kuping Dapat Berbahaya Bagi Pendengaran

Ketika Anda melakukan pembakaran pada sampah, baik sampah daun-daunan maupun sampah bekas sisa makanan, kandungan kimia yang tersimpan pada tumpukan sampah tersebut akan menimbulkan polusi yang membahayakan kesehatan tubuh. Menurut US Environmental Protection Agency, dua kandungan paling berbahaya yang dihasilkan akibat pembakaran sampah ialah karbon monoksida dan formaldehida (formalin), kedua zat ini merupakan zat paling banyak memicu penyakit pernapasan.

Selain kedua zat tersebut, 29% asap hasil pembakaran mengandung partikel logam kecil yang dapat menembus ke dalam paru-paru. Asap yang di hasilkan dari sisa pembakaran juga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, diantaranya hydrogen sianida, timbal, dioksin, hydrogen klorida, benzena, arsen, stiren, kromium, furan, benzo(a)pyrene, dan PCB.

Kandungan zat berbahaya yang terdapat pada sisa atau asap pembakaran tersebut dapat membahayakan kesehatan tubuh. Tak hanya mengganggu pernapasan saja, asap pembakaran juga bisa menyebabkan infeksi mata, batuk, pusing, dan sakit kepala. Bahkan penyakit yang bisa saja terjangkit pada tubuh Anda yang menghirup asap pembakaran sampah ini bisa menimbulkan penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, penyakit paru-paru, gangguan saraf, hingga menimbulkan beberapa jenis kanker.

Wah membayangkannya saja sudah mengerikan ya? Lalu bagaimanakah sebaikanya kita mengatasi masalah sampah tanpa melakukan pembakaran? Pertama biasakan diri untuk tidak menumpuk sampah berhari-hari, pisahkan sampah berbahan plastik dengan sampah sisa makanan. Sampah berbahan plastik ini nantinya bisa Anda gunakan kembali atau di daur ulang. Sementara sampah bekas sisa makanan bisa Anda jadikan pupuk kompos untuk tanaman Anda.

Saat ini bagi warga di Jakarta sudah lebih praktis dan mudah untuk membuang sampah. Banyaknya tempat penampungan sampah ini sebagai salah satu jalan keluar agar tidak melakukan pembakaran sampah. Yuk mulai jaga kesehatan kita yang di mulai dari diri kita masing-masing untuk tidak melakukan pencemaran udara. Dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, Anda dapat membantu mengurangi polusi udara yang sudah tak terbendung.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here