Sebuah aplikasi pesan singkat populer, Whatsapp akan menerapkan sistem baru kepada para penggunanya. Sistem baru ini berupa tarif sebesar US$ 1 atau setara Rp 14,000 per tahun. Penetapan sistem baru ini akan diberlakukan pada tahun ini.

Para pengguna aplikasi chatting Whatsapp akan melakukan perubahan besar-besaran kepada para penggunanya. Perubahan ini berupa monetisasi terhadap aplikasi gratis tersebut dengan mengenakan tarif berlangganan sebesar US$ 1 atau Rp14,000 selama satu tahun.

Di lansir melalui CNBC, rencana ini sudah dibocorkan oleh dua analis media sosial yang menghadiri Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman pada Mei 2019 lalu. Memang pada tahun 2014 saham dari Whatsapp sudah diakuisisi oleh Facebook, sehingga segala keputusan besar dari aplikasi chatting ini juga bergantung dengan pimpinan Facebook.

Nantinya para pengguna Whatsapp akan diberikan dua pilihan tentang kebijakan baru dari aplikasi chatting ini, diantaranya pengguna akan dikenakan tarif berlangganan US$ 1 atau Rp 14,000 satu tahun atau pengguna akan diberikan iklan ketika mengintip Whatsapp status orang lain.

Tentu saja hal ini dilakukan lantaran Mark Zuckerberg selaku pendiri Facebook agar bisa mendapatkan pendapatan dari layanan iklan. Dimana hal ini juga sebagai pertimbangan lantaran Facebook Group merupakan platform periklanan terbesar di dunia.

Whatsapp yang didirikan oleh Brian Acton dan Jun Koum pada 2009 lalu ini pun terpaksa mengalah dengan keputusan tersebut. Bahkan Brian dan Jun memutuskan untuk hengkang dari Whatsapp lantaran tidak setuju dengan ide iklan tersebut.

Para pendiri Whatsapp tidak menginginkan layanan iklan yang akan masuk ke aplikasi chatting tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa platform Whtaspp bebas iklan dengan fokus kepada pengalaman pengguna dan antarmuka.

Kebijakan tarif ini pun masih belum jelas kapan kepastiannya akan ditetapkan, meskipun pihak Facebook sudah mengkonfirmasi rencana tersebut. Lalu, apakah Anda bersedia untuk membayar layanan pesan singkat ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here