Sunda Kelapa
Sunda Kelapa

Jalan-jalan santai di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa, mungkin bisa menjadi salah satu hal yang bisa dicoba. Selain bisa melihat berbagai kapal-kapal penisi, anda juga bisa berlibur dengan berkeliling menaiki kapal yang ada disana.

Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di Penjaringan, Jakarta Utara. Sejatinya Pelabuhan Sunda Kelapa ini sudah terkenal sejak abad ke-12, kala itu pelabuhan ini dijadikan pelabuhan paling penting yang ada di Pajajaran. Pada masa penjajahan, pelabuhan ini sempat diperebutkan hak pemiliknya oleh kerajaan-kerajaan Nusantara maupun Eropa.

Dahulu, pelabuhan ini menjadi salah satu pusat berlabuhnya kapal-kapal penisi yang berasal dari Tiongkok, Jepang, Timur Tengah dan India Selatan. Kapal-kapal tersebut pun membawa beragam barang yang bisa diperjual belikan, seperti kain, porelen, sutra, anggur, kuda, kopi dan zat pewarna yang saat itu sangat penting untuk ditukarkan dengan bahan rempah-rempah yang saat itu menjadi barang dengan nilai jual tinggi.

Menurut sejarah, Pelabuhan Sunda Kelapa dibangun pada tahun 1610 dengan kanal sepanjang 810 meter. Sekitar tahun 1817, pemerintahan Belanda memperluas dan memperpanjang kanal tersebut menjadi 1.825 meter. Setelah Indonesia mencapai kemerdekaan, pemerintah melakukan renovasi kembali, sehingga total keseluruhan panjang kanal mencapai 3.250 meter, dengan kapasitas 70 perahu layar.

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa

Selain menjadi destinasi utama untuk wisata, disekitar Pelabuhan Sunda Kelapa juga dibangun sebuah museum, yakni Museum Bahari yang dahulu merupakan pasar ikan. Di dalam Museum Bahari terdapat benda-benda sejarah yang dahulu digunakan untuk memperjuangkan Sunda Kelapa. Banyak rangkaian kapal-kapal yang dulu digunakan untuk berlayar dan berjualan.

Pada abad ke-19, disaat pemerintah Belanda masih berkuasa, Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami penyusutan air yang berakibat pada sulitnya kapal-kapal yang ingin berlabuh. Akibatnya Belanda pun memutuskan untuk membangun pelabuhan lain yang dapat mengembangkan perekonomian. Tanjung Periok kemudian dipilih oleh Belanda, dan akan dikelola. Terbukti dengan dibangunnya Pelabuhan Tanjung Periok saat itu, menjadikan Pelabuhan Tanjung Periok sebagai pelabuhan terbesar se-Indonesia.

Dampak besar pun terjadi pada Pelabuhan Sunda Kelapa. Mulai dari jalur Teruzan Suez yang beralih ke Pelabuhan Tanjung Periok hingga berfungsinya Pelabuhan Sunda Kelapa yang hanya melayani jasa untuk kapal antar pulau di Indonesia.

Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa dipegang oleh PT Pelindo II yang memiliki luas daratan 760 hektar, serta luas perairan 16.470 hektar yang terbagi kedalam dua pelabuhan, pelabuhan utama dan pelabuhan kalibiru. Pelabuhan Kalibiru inilah yang terkenal sebagai pelabuhan penyebrangan untuk ke kawasan pulau-pulau di pulau seribu.

Pelabuhan Sunda Kelapa juga menyediakan wisata untuk pergi ke pulau-pulau kecil yang terdapat mercusuar yang bisa anda kunjungi. Anda bisa menyewa kapal-kapal kecil yang ada disana untuk diantarkan ke lokasi tujuan wisata. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke Sunda Kelapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here