Tubuh manusia memang penuh dengan teka-teki dibaliknya. Salah satu yang kerap dijadikan pertanyaan adalah persoalan penuaan dini yang tidak sesuai dengan usia. Kerap ditemui, seseorang yang sudah berusia tua nampak masih segar bugar dan punya stamina prima, sebaliknya ada pula remaja maupun dewasa muda yang kondisi fisik serta ketahanannya lemah. Menjawab itu semua, mari sedikit mengenal apa itu Usia Biologis.

Usia biologis merupakan umur sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia, sedangkan usia kronologis adalah usia seorang manusia yang dihitung dari tanggal lahirnya. Usia biologis manusia bisa saja berbeda dengan usia kronologis, bisa saja lebih muda ataupun lebih tua.

Hal inilah yang mempengaruhi ketahanan serta stamina pada masing-masing usia yang kadang tidak sesuai dengan normalnya. Usia biologis berpengaruh pada perubahan yang ada dalam tubuh, seperti massa otot dan tulang, metabolisme, kapasitas oksigen di paru-paru, serta fungsi motorik dan koordinasi.

Sebagai contoh, semisal dalam sebuah kasus seorang pria A berusia 25 tahun lebih mudah terserang penyakit ringan seperti flu dan kelelahan ketimbang seorang pria B berusia 40 tahun. Setelah dilakukan pengecekan mendalam, diketahui usia biologis pria A nyatanya berusia 45 tahun, sedangkan pria B usia bilogisnya 30 tahun. Maka wajar dengan usia biologis lebih muda, si pria B lebih punya kebugaran serta daya tahan tubuh lebih kuat dari pria A.

Pola hidup menjadi faktor utama penentu usia biologis. Seseorang dengan pola hidup kurang teratur berpotensi besar mempercepat laju penuaan usia bilogis sel-sel dalam tubuh. Lebih menjurusnya pola makan berantakan, kurangnya waktu tidur, konsumsi bahan kimia serta stress punya andil besar dalam hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here