Kurcaci atau manusia kerdil biasanya hanya akan kamu temukan di dalam cerita dongeng puteri salju atau film fantasi. Seperti yang kita tahu, kurcaci merupakan manusia bertubuh mungil yang memiliki tangan dan kaki yang sangat pendek tidak seperti manusia pada umumnya. Namun, ternyata kamu bisa menemukan sebuah desa yang dihuni oleh manusia-manusia kerdil di kehidupan nyata.

Di sebuah desa di Beijing, China, para penduduknya  merupakan manusia-manusia bertubuh pendek atau kerdil. Desa tersebut adalah Desa Yangsi yang terletak di bagian barat daya, Provinsi Sichuan, China. Ketiika datang ke desa ini, Anda akan merasa seperti dalam dunia dongeng Putri Salju yang dikelilingi para kurcaci bertubuh mungil.

Ada sebanyak 40 persen warga yang tinggal di Yangsi umumnya memiliki tinggi badan hanya 90 sentimeter dan yang paling pendek memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter. Dari 80 orang warga yang tinggal di desa ini, 36 diantaranya adalah manusia bertubuh kerdil. Ilmuwan pun masih belum bisa menemukan apa penyebab warga bisa mengalami hal demikian.

Menurut laporan pejabat kabupaten setempat, pada tahun 1951 penyakit aneh ditemukan di desa tersebut dan digambarkan para warganya memiliki kaki pendek. Pada sensus 1985 ditemukan sebanyak 119 kasus serupa terjadi di Desa Yangsi. Penyakit tersebut ternyata tidak berhenti dan menurun pada generasi berikutnya.

Menurut kisah para tetua desa, mereka pernah mengalami serangan wabah misterius yang mempengaruhi kondisi anak-anak usia 5-7 tahun. Mereka tiba-tiba berhenti tumbuh dan tetap setinggi itu hingga akhir hayat dan sebagian menderita cacat. Namun para ilmuwan menyelidiki secara ilmiah dengan mempelajari kondisi air, tanah dan biji-bijian di sana meski tetap tidak menemukan jawabannya sejak 60 tahun lalu.

Sedangkan warga Yangsi sendiri meyakini fenomena ini ada kaitannya dengan roh jahat seperti kutukan leluhur atau legenda memakan kura-kura yang membawa kutukan atau feng shui desanya buruk.

Ada juga yang percaya kondisi tubuh mereka yang kerdil adalah hasil pengaruh gas beracun jaman penjajahan Jepang. Lalu pada 1997 muncul teori baru bahwa kekerdilan terkait konsentrasi merkuri yang tinggi dalam tanah tetapi itu juga belum terbukti.

Keadaan yang aneh itu akhirnya membuat generasi muda di Yangsi pergi dari desa karena takut tertular jadi kurcaci. Hal tersebut cukup membawa pengaruh baik dengan generasi muda yang tumbuh normal, tak seperti generasi tua yang hanya setinggi 80 cm.

 

Sumber : liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here