Bagi para warga Jakarta tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Lapangan Banteng, apalagi buat kamu yang suka mencari tempat-tempat olahraga di Jakarta. Pasti lapangan banteng menjadi salah satu pilihan tempat berolahraga yang cukup asik, karena masih banyak pepohonan di sekitar lapangan yang membuat tempat ini menjadi sejuk di antara padatnya polusi udara Jakarta.

Lapangan banteng berada di Kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di tengah kemegahan yang berhimpit dengan beberapa bangunan sejarah lainnya, seperti Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal, ada banyak cerita yang mencuat dari dalam lapangan banteng yang memiliki luas 5,2 hektar tersebut.

Pada era kolonial Belanda, lapangan banteng terkenal sebagai tempat randeveous para bangsawan Belanda untuk pamer kereta kuda mereka. Nama resmi lapangan ini adalah Waterlooplein karena sebagai peringatan atas kemenangan pertempuran di Waterloo, Belgia. Sebelum berganti nama menjadi Lapangan Banteng, dulunya tempat ini bernama Lapangan Singa karena, di tengah lapangan berdiri sebuah patung singa.

Lapangan Banteng Jaman Dulu.

Kemudian di era kemerdekaan, Soekarno menganggap kalau nama singa terlalu identik dengan negara Belanda, dan akhirnya berinisiatif merubah nama lapangan ini menjadi banteng, yang dianggap mewakili karakter masyarakat Indonesia. Dan patung singa digantikan dengan mendirikan tugu peringatan pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Patung yang berbentuk orang mengangkat tangan dan terbebas dari jeratan rantai tersebut ternyata modelnya adalah Soekarno.

Kini, di tengah padatnya Kota Jakarta, lapangan banteng menjadi tempat untuk ‘beristirahat’ sejenak dari padatnya rutinitas Jakarta. Biasanya orang-orang yang datang ke sini untuk berolahraga atau sekedar menonton pertunjukan air mancur menari. Yang membuat lapangan banteng banyak di datangi pengunjung salah satunya pertunjukan air mancur ini.

Lapangan Banteng Saat ini, 2019.

Diadakan setiap hari dengan tiga sesi, pukul 6 sore, 7 malam, dan setengah 9 malam. Air mancur yang disinari dengan sorot lampu warna-warni membuatnya terlihat cantik di malam hari. Apalagi ditambah dengan liuk-liuk tubuh si air mancur yang mengikuti melodi lagu-lagu yang mengiringi pertunjukan air mancur tersebut. Biasanya lagu-lagu yang dihadirkan adalah lagu-lagu kebangsaan Indonesia dan lagu-lagu daerah Indonesia. Bikin merinding sekaligus bangga, lagu Indonesia masih di jaga dengan baik dalam pertunjukkan ini.

Kalau kamu, sudah pernah belum datang ke lapangan banteng untuk olahraga sore dan malamnya melihat pertunjukkan air mancur menari yang menakjubkan? Kalau belum, cobain deh!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here