Apa itu Bipolar? Pasti sebagian dari Anda sering mendengar istilah Bipolar, tapi apakah Anda sudah benar-benar mengetahui apa itu Bipolar? Di artikel kali ini, kabarsidia.com mengajak Anda para pembaca untuk kenali lebih jauh apa itu Bipolar dan beberapa gejala serta cara mengatasinya.

Baca juga: Susah Bangun Pagi? Ikuti Cara Ini Biar Kamu Terbiasa Bangun Pagi

Bipolar bisa dikatakan sebagai gangguan yang menyerang mental seseorang. Gangguan Bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati (mood) secara ekstrem. Hal ini membuat seseorang yang mengalami gangguan Bipolar menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung atau sedih. Nama lain dari Gangguan Bipolar adalah Manik Depresif.

Perlu diketahui, Bipolar memiliki dua fase. Pertama fase naik atau mania, dan fase kedua adalah fase turun atau depresi. Pada fase naik atau mania, seseorang yang mengalami Bipolar akan menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada fase turun atau depresi, seseorang yang mengalami Bipolar akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan perputaran dua fase suasana hati tersebut, ada sebagian seseorang yang mengalami Bipolar mengalami keadaan dimana Ia merasa sangat berenerjik dan bahagia tiada tara, namun di saat bersamaan juga bisa langsung merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode fase campuran (mixed state).

Lantas, seperti apa gejala dari gangguan Bipolar? Anda perlu mengetahuinya lebih jauh agar bisa segera mengenali ketika orang-orang disekitar Anda menunjukkan gejala Bipolar. Sehingga tidak ada kata terlambat dalam menangani Bipolar. Gejala dari seseorang yang mengalami Bipolar ditandai dari suasana hati yang mudah sekali berubah, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi. Gejala tersebut biasa dialami selama 2 minggu sampai 4-5 bulan.

Gejala lain yang juga dapat terlihat adalah, ketika seseorang yang mengalami Bipolar merasa sangat sedih sekali dan putus asa, kesedihannya dan keputus asaanya bisa menyebabkan seseorang tersebut nekat mengambil tindakan negatif seperti bunuh diri. Gejala depresi ini lebih lama dialami, yaitu sampai 6 bulan atau setahun.

Lalu, apa penyebab seseorang bisa mengalami Bipolar? Belum diketahui pasti oleh para ahli apa yang menyebabkan terjadinya Bipolar, namun beberapa ahli berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa gangguan Bipolar berkaitan dengan faktor genetik (keturunan).

  • Faktor Biologis: Adanya gangguanBipolar disebabkan oleh kelainan pada zat kimiawi di sel saraf otak. Ketidakseimbangan ini ditunjukkan oleh respon penderita terhadap obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf tersebut.
  • Faktor Genetik: Seseorang yang salah satu orang tuanya mengalami gangguan Bipolar memiliki risiko 15- 30% untuk juga mengalami gangguan B Jika kedua orang tuanya mengalami Bipolar, kemungkinan 50 – 75% anaknya akan menderita kondisi Bipolar juga. Pada kembar identik, risiko 33 – 90% saudara kembar akan juga menderita Bipolar. Sebanyak 10 – 15% keluarga dari seseorang yang mengalami Bipolar pernah mengalami satu fase gangguan suasana hati atau mood.
  • Faktor Psikososial: Peristiwa dalam kehidupan yang penuh tekanan akan menyebabkan perubahan dalam biologi di otak maupun perubahan signal dalam saraf. Informasi yang dialami akan disimpan di dalam otak dan akan terpanggil kembalipada satu kejadian yang membangkitkan memori. Proses memori terjadi meskipun tidak ada sesuatu yang berasal dari luar sebagai pemicunya.

Jika salah satu orang terdekat Anda mengalami gejala Bipolar seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda jangan langsung menjauhinya. Karena seseorang yang mengalami Bipolar lebih butuh untuk dirangkul, didukung, dan disayang. Bukan malah ditinggalkan karena kondisi mental dan suasana hatinya yang tidak bisa dikendalikan seperti orang-orang normal lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here